November 24, 2008

Kejadian itu seperti mimpi [part 2]

Diposting oleh HogwartZ di 11/24/2008 09:14:00 PM
Berdoalah satu2nya yang bisa kami lakukan sekarang. Setengah jam kemudian, 2 unit mobil pemadam kebakaran datang... Aku sedikit lega, namun aku masih takut karena api tersebut sudah setingkat dengan lantai 3 rumahku, di tambah gumpalan asap yang tebal dan hitam. Dalam pikiranku, hanyalah pasrah, antara ada dan tiada. Mobil pemadam kebakaran pun melewati rumah saya, dan masuk melalui gang menuju belakang rumah saya. Saya berlari mengikutinya dan melihat apa yang terjadi. Saat itu, kerumunan orang juga telah memadati gang tersebut. Aku pun berusaha menerobos kerumunan tersebut dan berhasil. Tak kusangka. Dua rumah yang berada di belakang rumahku terbakar seperti neraka. Luas dua rumah tersebut diandaikan dua lapangan basket Hang Kesturi. Bagian belakang rumahku tidak tampak dikarenakan api yang menutupi sampai lantai ke 3 dan asap yang menutupi sampai lantai 5. Aku cuma bisa berharap pada para pahlawan saya, yaitu petugas pemadam kebakaran.

Air dari mobil I pun ditembakkan ke rumah tersebut. Giliran mobil yang satunya lagi, aku lemas. Air tidak keluar, ntah tidak berisi air atau macet. Untunglah mobil berikutnya datang. Semua perasaan telah tercampur, lega, lemas, pasrah, takut, dan sedih. Perasaan ini tidak akan dialami dan diketahui orang yang tidak dalam kejadian tersebut.

Syyuurrrttttttt..... Air berikutnya ditembakkan ke dua rumah yang terbakar, sedangkan air yang lain ditujukan pada rumah hijau yang berada disamping kebakaran tsb. Petugas sampai masuk ke dalam rumah tsb untuk menembakkan air. Aku hanya bisa berdiri, menonton, dan berdoa. Aku mempercayakan tugas mulia tersebut kepada ahlinya. Aku pun kembali ke depan rumahku untuk memberitahukan keadaan yang saya tonton tsb kepada ibuku.

Walaupun aku tidak tau benar keadaan bagian belakang rumahku itu, aku malah mengatakan, "Tidak apa2. Rumah bagian belakang kita gak terbakar dan api tidak merembes ke dalam rumah. Jadi gak usah takut. " Apa aku berbohong? Aku tidak tau. Aku hanya mengikuti kata hatiku, dan aku tidak mau membuat ibuku semakin was-was. Namun, adik perempuan ayahku datang dengan berlari tergesa-gesa. Dia mengatakan," Aku telepon gak diangkat-angkat. Aku takut kalian belum bangun. Tapi untunglah kalian sudah keluar." Dia berkata lagi," Lantai 2 rumah belakang kamu terbakar." Ibuku shocckkk!!!! Ditambah dengan suara ledakan. Dhuar! Dalam pikiranku, "apa DUA tabung gas elpiji yang di lantai 2 itu meledak. Tuhan, tolonglah." Aku juga yakin, ibuku memikirkan hal yang sama dengan yang aku pikirkan. Aku takut dia pingsan. Aku mengatakan,"Kamu tunggu di sini. Aku lihat dulu di belakang."

Aku pun berlari. Berlari dan berlari. Sesampainya di sana, aku terkejut. Api semakin besar... (bersambung)

0 komentar

Posting Komentar

Teman2 dapat memberikan informasi, komentar, dll jika memang perlu di publikasikan... Terima kasih...

 

HOGWARTZ Copyright © 2009 Blue Glide is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Journal