Juni 18, 2009

Hai..Hogwartz.

Diposting oleh Anonim di 6/18/2009 11:28:00 PM

@carin: Kecelakaan yg menimpa saya terjadi pada tanggal 10Juni 2009 kira2 pukul 12.30. Kejadiannya berawal dari kepulangan saya dari USU, waktu itu saya mengambil bahan ujian untuk ujian keesokan harinya. Seperti biasa w pulang melalui jalan asrama haji Medan, jalan disana ada dua arah. Arah pertama ke USU dan arah lainnya menuju kerumah saya. Waktu itu saya mengendarai sepeda motor saya dengan kecepatan kira2 60km/jam di jln Asrama Haji Medan , lebih tepatnya kira2 100meter mendekati Pondok Asrama Haji Medan. Waktu itu saya mengambil jalur kanan dekat dengan jalur hijau jalan tersebut menuju rumah saya, kemudian saya sampai pada bagian jalan yang terdapat belokan kearah lain. Waktu itu saya melihat ada seseorang dengan sepeda motor tepat diseberang belokan tersebut lebih tepatnya dekat dengan trotoar jalan. Waktu itu saya mengira orang tersebut akan terus berjalan disamping trotoar dengan sepeda motornya, tanpa mengurangi gas saya tetap melaju dengan kecepatan yang hampir konstan 60km/jam. Rupanya perkiraan saya salah, orang tersebut tiba2 membelok ke belokan tersebut, otomatis saya terkejut dan berusaha menginjak rem dan menghindarinya, kecelakaan tersebut tidak terelakkan, saya menabrak orang tersebut dan kemudian saya dan orang tersebut terhempas 1,5meter dari tempat sepeda motor saya jatuh. Lokasinya jatuhnya tepat di belokan tersebut. Seketika hanya hitungan detik kecelakaan tersebut terjadi, setelah jatuh dan terselet aspal sampai celana saya koyak2. Rupanya Tuhan masih menginginkan saya didunia ini, saya pun bangun dan melihat ke sekeliling saya. Yang saya lihat adalah sepatu sebelah kanan dan helm saya, sepeda motor saya dan orang tersebut , serta orang yang saya tabrak tidak jauh dari saya jatuh. Kemudian dengan hitungan menit tempat kecelakaan tersebut dipenuhi oleh penduduk sekitar dan lalu lintas yang macet karena ingin melihat kecelakaan ini. Penduduk sekitar pun memanggil becak mesin dan mengangkat orang tua tersebut yang berada dalam keadaan tidak sadarkan diri serta memapah saya ke becak mesin tersebut. Sebelum dipapah saya teringat dengan cerita2 kejadian ambil kesempatan sewaktu terjadi kecelakaan sepeda motor selama ini seperti pengambilan dompet korban kecelakaan yang jatuh di tempat kejadian. Saya pun meraba kantung celana saya yang berisi dompet dan Hp saya. Setelah memastikan ada, saya pun dipapah menuju becak mesin, dalam hitungan detik melintas dipikiran saya sepatu sebelah kanan saya yang lepas dari kaki saya, saya pun mengambilnya sebelum akhirnya dipapah menuju becak mesin tersebut. Di becak mesin orang tua tersebut batuk-batuk, saya sempat mengira dia batuk darah, rupanya dia batuk air ludah seperti tersedat. Sesampainya di rumah sakit Mitra Sejati yang merupakan rumah sakit paling dekat dengan tempat kejadian. Sesampainya di sana kami pun diberi pertolongan pertama kecelakaan seperti memeriksa tekanan darah dan membersihkan luka yang ada. Saya mendapat beberapa luka di kaki dan tangan saya serta dua jahitan di dagu dan satu jahitan di antara bibir dan hidung saya. Sedangkan orang tua tersebut rupanya mempunyai tekanan darah yang tinggi, dia pun diinfus dan diberi oksigen untuk melancarkan pernapasan. Setelah kira2 20menit, orang tua tersebut sudah bisa duduk di tempat tidur, kemudian seperti layaknya orang tua, dia pun meminta air putih berulang kali dan minta gigi palsunya yang copot untuk dipasang, serta meminta buang air kecil. Setelah itu orang yang mengamankan sepeda motor saya dan orang tua tersebut pun tiba dirumah sakit dan memberikan kuncinya ke saya dan orang tua tersebut. Setelah security di sana meminta KTP kami dan nomor yang dapat dihubungi dengan segera. Setelah itu menjelang 20menit kemudian adik lelaki saya sampai duluan yang disusul dengan ayah saya. Sesampainya disana orang tua saya melihat keadaan saya dan orang tua tersebut. Ayah saya mencoba berbicara dengan orang tua tersebut dan menanyai keadaannya. Dia rupanya mendapat luka bengkak pada kaki kirinya akibat benturan dan copotnya gigi palsunya, Orang rumahnya belum datang juga karena dia lupa akan nomor telepon rumahnya karena sudah agak pikun. Setelah itu ayah dan adik saya segera menuju ketempat kejadiaan dan mengambil sepeda motor saya. Sesudah itu ayah saya datang kembali kerumah sakit dan memberitahukan kepada saya bahwa sepeda motor saya bagian depannya hancur dan pijakan sampingnya ada yang patah sedangkan sepeda motor orang tua tersebut tidak ada yang hancur, hanya mengalami lecet2 di beberapa bagian. Hal tersebut terjadi karena saya yang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Sesaat kemudian istri orang tua tersebut datang melihat keadaan suaminya, dan dokter pun menanyai istrinya apakah dia pernah kena penyakit tekanan darah tinggi. Istrinya pun mengatakan iya. Setelah itu ayah saya berbicara dengan istri orang tua tersebut dan akhirnya tidak ada tuntutan dari pihak orang tua tersebut.Kemudian ayah saya meminta izin kepada dokter untuk mengizinkan saya pulang untuk menghindari masalah2 yg mungkin akan terjadi lagi.. Dokter pun memeriksa keadaan saya dan memberitahukan perlu adanya scanning di bagian mulut saya, takut ada pergeseran akibat kecelakaan tersebut. Setelah itu saya pun menuju ruang scanning dan sempat menunggu hampir satu jam karena petugas yang melakukan scanning tidak ada di tempat, Disana saya pun ditemani oleh seorang calon suster yang sudah setahun sekolah bernama Ade. Saya pun mengobrol-ngobrol dengan dia untuk menghindari kejenuhan. Setelah itu saya pun teringat bahwa ari ini saya ada ngajar les, saya pun sms kepada guru saya sekaligus bosnya saya yaitu Bapak Junaidi bahwa saya mengalami kecelakaan dan tidak bisa datang. Setelah selesai scanning, rupanya gigi geraham saya ada yang bergeser dan dianjurkan untuk memeriksakan diri kedokter gigi. Akhirnya saya pun pulang kerumah. Dan sesampainya dirumah saya disms sama benny Irawan menanyai saya apakah saya hari ini ada ke tempat les. Saya pun menjawab tidak datang karena mengalami kecelakaan. Setelah itu saya pun membersihkan tubuh saya dari kotornya aspal dan mengganti baju dan celana, kemudian saya pun makan bubur untuk makan siang dan jam pada saat itu menunjukkan kira2 pukul 4 sore. Kemudian huivitha pun sms menanyai keadaan saya, deva tiba2 memenelepon saya, dan kemudian disusul oleh teman2 lainnya yang tidak sempat saya angkat karena saya langsung tidur setelah makan.

Setelah itu keesokan harinya badan saya sakit semuanya, luka2 yang tidak terasa sakit pada hari kejadian pun mulai menunjukkan sakit. Saya pun melewati hari2 dengan kesakitan dan tidur2an sepanjang hari.

Dari kejadian ini saya sangat bersyukur karena masih selamat dan diberikan kesembuhan dan saya mengambil sisi positif bahwa harus hati2 dan tidak boleh cepat2 mengendarai sepeda motor. Dan saya amat mengucapkan syukur juga karena memiliki teman2 yang perhatian sama saya. Dan thanx yo atas kedatangan temen2 kerumah saya dan buah2annya.

0 komentar

Posting Komentar

Teman2 dapat memberikan informasi, komentar, dll jika memang perlu di publikasikan... Terima kasih...

 

HOGWARTZ Copyright © 2009 Blue Glide is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Journal